Preloader

“Better Days” Koleksi Ketiga Phara Tentang Post Depression

Memperihatinkan jika membahas mengenai bagaimana kepekaan masyarakat kepada kesehatan mental seseorang, parahnya, terkadang kesehatan mental dikaitkan dengan kedekatan individu kepada Tuhannya.

Memperihatinkan jika membahas mengenai bagaimana kepekaan masyarakat kepada kesehatan mental seseorang, parahnya, terkadang kesehatan mental dikaitkan dengan kedekatan individu kepada Tuhannya. Berangkat dari krisis mengenai isu tersebut, tahun lalu Phara sukses mengeluarkan koleksi yang menyuarakan serta mengkampanyekan akan kesehatan mental. Setelah sukses dengan kampanye atas koleksi sebelumnya, Phara kembali melanjutkan apa yang mereka kerjakan dengan koleksi terbarunya, koleksi terbaru ini tetap mengkampanyekan serta memberikan aspirasi mengenai kesehatan mental seseorang. Sebenarnya, ada sedikit sentuhan sentimentil pribadi mengenai Phara mengangkat kesehatan mental, berlatarbelakang krisis umum dan pengalaman pribadi, Phara menyadari bahwa kesehatan mental dan akibat dari hal tersebut dapat diminimalisir sehingga dapat mencegah hal yang tidak diinginkan. 

Better Days

            Melanjutkan aspirasi dan keprihatinan atas krisisnya kepekaan atas kesehatan mental, Phara kembali dengan koleksi ketiga yang diberi nama Better Days, sesuai dengan artinya, Better Days adalah ungkapan kelak akan datangnya hari dimana semuanya akan menjadi baik-baik saja, tidak semua hari akan menjadi biru seperti laut atau abu seperti asap. Better Days berusaha menceritakan bagaimana selalu ada kata ‘bangkit’ setelah kata ‘jatuh.’ Selain itu, merunut dari hasil obeservasi ketika seseorang tengah berusaha mendaki dari jurang keterpurukan yang setiap jengkalnya dijegal oleh berbagai tantangan, akan mulai berpasrah pada kondisi diri, mulai menerima dan memaafkan apapun yang telah terjadi, mengiyakan semua hal yang sudah dimiliki tanpa berusaha sedikitpun berpura untuk baik-baik saja. 

            Setelah mengalami berbagai kesakitan, kemudian memaafkan, berserah, pasrah, mengiyakan lalu bangkit, hari baru akan datang, hari yang lebih baik, hari dimana langit akan berwarna biru cerah tanpa ada awan, serta matahari yang bersinar menantang. Namun, seperti kecenderungan cuaca pada umumnya, hujan akan sesekali menghampiri, membasahi yang kering, begitu juga dengan kehidupan, selalu ada kesakitan yang mengiringi dibalik kesenangan. Tapi, tidak apa-apa, itulah saatnya istirahat dan kembali melihat, lalu menjalankan kembali kehidupan, itulah kesadaran bahwa hidup akan terus naik dan kemudian turun, telah memahami konsep tersebut, kini tahu harus berbuat apa. Seperti ujar orang bijak jaman dulu. “badai pasti berlalu.”

            Nah, setelah membahas apa kandungan makna yang tersimpan dari dua patah kata tersebut, sekarang berlanjut pada karakter yang digunakan dalam koleksi ketiga brand yang berbasis di Kota Malang ini. Phara mengangkat karakter sebuah Cherry sebagai maskot dari ikon desainnya, dikutip dari kreatif desainer Phara

“Karakter cherry yang tersenyum dan juga cemberut adalah penggambaran dari dua emosi yang sering ditampakkan oleh manusia. Emosi yang menggambarkan suasana hati yang terkadang sedih, namun juga terkadang gembira,”

Agak berbeda dengan koleksi-koleksi yang sebelumnya, warna yang dimainkan Phara lebih pada warna-warna yang cerah dengan maksud untuk menggambarkan warna hati yang sedang ceria, hm, apakah sang kreatif desainer sedang dalam suasana hati yang bagus, ya? Hehe. 

Dengan perhatian yang dibawa Phara mengenai kesehatan mental yang didasari oleh kurangnya kepekaan masyarakat dan salah pengertiannya mengenai arti dari kesehatan mental itu sendiri, diharap dapat—setidaknya dapat memberikan sedikit pengertian mengenai betapa pentingnya kesehatan mental dan tanggapan orang sekitar mengenai hal ini, kesehatan mental bukanlah tindakan memalukan yang harus ditutupi atau worst case-nya sampai harus dijauhi dan dikucilkan dari masyarakat, perlunya rangkulan dan uluran tangan oleh orang-orang terdekat untuk memberikan semangat! Harapan Phara sendiri dengan mereka mengangkat tema ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat umum untuk memberikan perhatian akan kesehatan mental itu sendiri, memberitahu bahwa kesehatan bukanlah hal yang muncul karena faktor kurangnya individu akan spiritual, melainkan, kesehatan mental sama dengan kesehatan fisik, sama-sama dapat disembuhkan jika dibawa kepada pihak yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Phara Theory | World Emotion Archives

World Emotion Archives | Phara Theory Cloth & Merchandise

Close

Sign in

Close

Cart (0)

Cart is empty No products in the cart.

Phara Theory | World Emotion Archives

World Emotion Archives | Phara Theory Cloth & Merchandise



Currency